Jessica sedikit terkejut saat mengetahui bahwa laki-laki itu akan membawanya ke sebuah kamar. Itu artinya ada cukup kamar untuk menampung beberapa tamu yang datang. Jika tidak tentu laki-laki ini tidak mendapatkan kamar disini. Pintu lift tertutup dan hanya mereka berdua yang berada di dalamnya. “Apa aku boleh menyentuh sekarang?” tanya pria itu. Jessica menghela napasnya. Mereka masih ada di dalam lift dan memiliki banyak waktu, jadi mengapa harus terburu-buru bukan? “Hanya ciuman,” sambungnya dan menghadap ka arah Jessica yang diam mematung. Malas menjawab dengan bersuara, Jessica pun hanya menganggukkan kepala. Dan dengan cepat tubuhnya terhempas di dinding lift dengan pria itu yang menahan kedua tangannya. Gerakan tiba-tiba itu membuat Jessica terkejut dan membulatkan mata ketika waj

