Sejak Xander berada di luar tadi, apartemen dengan gaya Eropa itu tampak rame. Tetapi, kini menjadi suasana mencekam setelah Frada mendapat satu tamparan keras di pipi. Gadis itu hanya menundukkan kepala setelah menyadari dirinya bersalah, wajah dan rambut basah karena ulah Xander yang sudah menyiram dengan air itu mendadak lesu. "Jadi ini yang kamu maksud dengan minta tolong? Apa maksud semua ini? Kamu terlibat dengan mereka, para pemakai?" tanya Xander merenda rasa kecewa yang sangat dalam. Sepi. Semua orang perlahan beranjak dari sana, termasuk salah satu pria yang membukakan pintu barusan. Tidak lama Tristan pun datang, dia sempat kebingungan melihat semua tempat berantakan, seolah tenaga terjadi perang. Menatap kondisi Frada dengan pakaian terbuka dan sebagian tubuh basah Tristan h

