Mira berdiri di dekat pintu dengan wajah penuh keraguan. Pandangannya tertuju pada Adam, yang berdiri membelakanginya sambil menatap keluar jendela dengan tangan dimasukkan ke dalam saku celananya. "Ada yang ingin aku bicarakan?" suara Adam memecah keheningan tanpa menoleh sedikit pun. Mira menggigit bibirnya, mengumpulkan keberanian untuk bicara. "Mas ... Ada apa? Apa ada yang ingin kamu katakan?" suaranya terdengar bergetar. Adam berbalik perlahan, menatap Mira dengan ekspresi datar namun penuh rasa ingin tahu. "Apa kau mencintaiku, Mira? Katakan cepat," ucapnya dengan nada dingin. Mira menunduk sejenak, tangannya gemetar. Ia menarik napas dalam-dalam sebelum mengangkat wajahnya, menatap Adam dengan tatapan penuh harap. "A-apa maksudmu, Mas ... aku ….” Sejenak ruangan itu terasa su

