Mira berdiri dengan cepat, menghadang Nurul yang sudah bersiap untuk pergi. "Nurul, jangan!" katanya dengan nada panik, kedua tangannya terangkat untuk menghentikan langkah adiknya itu. Nurul menatap Mira dengan tatapan tajam, rahangnya mengeras. "Mbak, aku harus menemui Mas Adam dan keluarganya. Ini sudah keterlaluan!" katanya dengan nada penuh tekad. Mira menggeleng kuat, matanya mulai berkaca-kaca. "Kumohon, Nurul … jangan lakukan ini." "Kenapa, Mbak? Kenapa kamu begitu takut aku menemui mereka?" Mira terdiam, dadanya terasa sesak. Ia tidak bisa menjawab. Jika Nurul benar-benar menemui Adam, semuanya bisa berantakan. Rahasia yang selama ini berusaha ia simpan akan semakin terbongkar. Hanum yang sejak tadi berada di dalam kamar langsung keluar begitu mendengar suara keributan antar

