Tiba tiba mobil Oscar berhenti dan mereka sudah sampai di tepi pantai PIK
Oscar melepaskan safety beltnya ,kemudian dengan kecepatan penuh langsung berbalik menyambar belakang leher Mutia manarik kepala Mutia mendekat, belum sempat Mutia bereaksi,
sambil mendesis dingin " kau Milikku"
Oscar langsung mencium bibir Mutia dengan ganas, segala emosi dilepaskan, tangan Oscar mengunci kepala Mutia, sisa tangan yang sebelah merengkuh tubuh Mutia menekan lebih dekat ke tubuhnya.
Oscar mengulum bibir Mutia dengan penuh penekanan dan paksaan,,,bibirnya memangut erat seakan menyatakan kepemilikannya
Mutia mulai memberontak,,dan mendorong tubuh Oscar.
Oscar menyadari kekasaranya,,melepaskan ciumannya ,memberikan kesempatan mrnghirup udara sambil memandang instens dan mesra ke mata Mutia.
Kemudian kembali Oscar mencium Mutia,,namun kali ini dengan penuh kelembutan,bibir Mutia di panggut.
Mutia merasakan kelembutan Oscar,bibir bawah Mutia di kulum dan di belai perlahan dsn memabukkan,,
Walau Mutia tidak berpengalaman tetapi mengikuti naluri dan gairahnya,,tidak sadar Mutia mendesah membuka bibirnya,,membiarkan lidah Oscar yang melesat masuk mebelai dan membelit lidahnya,ciuman Oscar semakin menuntut
Mutia mengalungkan kedua tangannya di leher Oscar,menyusupkan jemari nya di rambut lembut Oscar.
Mutia semakin mendekatkan tubuhnya,menarik kepala Oscar semakin erat,tanpa sadar menekan dadanya semakin erat ke Oscar
Dengan nafas terengah engah Oscar menarik kepala nya dan melepaskan ciumannya
Hentikan membelai aku,Tia,,sebelum aku lepas kendali,,ucap Oscar mengeram
Tersadar malu Mutia langsung melepaskan tangannya,menundukan wajahnya yang memanas dalam dalam, tidak berani menatap Oscar
Dengan lembut Oscar memeluk Mutia,sambil meredam kembali gairahnya,,Oscar mengecup kepala Mutia sambil mengelus punggung Mutia.
Setelah tenang,Oscar menarik pelukannya,sambil memandang Mutia yang setengah tertunduk malu.
Oscar mengangkat dagu Mutia,kini mata mereka sejajar
“Tia,aku mencintaimu,,sungguh aku tidak bisa melepaskan mu”
Hati Mutia melesat seperti kembang api yang meledak ledak bersinar,,kesenangan
“Tia,maukah kamu menerima ku?maukah kamu bersamaku?”,,,,tanya Oscar
Mutia memutar matanya dan berkedip kedip,,senyum jail muncul di sudut bibirnya,,dia sudah hampir sebulan merasa merana,,rasanya perlu pelampiasan
Mutia,meluruskan badannya,duduk bersandar dengan pandangan lurus ke depan,,sengaja menghindari tatapan Oscar,supaya dia tetap tega ngerjain Oscar
“Maaf pak,,saya butuh waktu untuk menjawabnya,,saya ngak yakin dengan bapak”
“Mutia,,saya sungguh serius dengan perasaan ini,saya tidak pernah bermain main dengan urusan cinta”cetus Oscar sedih
Haihhh,,,,desah sedih keluar dari mulut Oscar, putus asa dan hatinya berdenyut sakit
Mutia tidak tega lagi melihatnya
“pak,jadi kita kapan mulai pacaran?”tanya Mutia sambil tersenyum sumigrahh
“Kamuuuu”,,,,bikin sport jantung aja",,dengan gemas Oscar mencubit hidung dan mengecup pipi Mutia
“hahahaha”,,,,ngak mau pak?”goda Mutia
Mutia langsung di peluk dan di kecup bibir nya,,
“udah di sahkan,” kembali di kecup bibir Mutia,,"plus materai" cetus Oscar bahagia
Keduanya merasakan kebahagian yang luar biasa,tidak peduli malam yang semakin larut
Mutia bersandar dilengan Oscar sambil menikmati hangatnya nafas Oscar di pucuk kepalanya diiringin deburan ombak.
Oscar ketagihan menghirup aroma Mutia,merasakan Mutia di pelukannya ,rasanya begitu pas,senyum tersunging di bibir nya
“Pak,sudah larut malam,,kita pulang yuk”
Oscar melirik jam di dashbord mobil sudah menunjukan pukul 01.38
“Mutia,saya nginap tempat kamu ya”
Mutia langsung duduk berbalik menghadap Oscar
“kamu jangan salah paham,saya janji tidak akan bertindak di luar batas dan kurang ajar,saya hanya masih ingin ngobrol dan tidur memeluk kamu,sudah lebih dari sebulan ini saya ng bisa tidur nyenyak”,,kata Oscar sambil memandang malu malu ke Mutia
Mutia dapat merasakan ketulusan Oscar,dan Mutia memang selalu mempercayai Oscar
“Baiklah,tapi saya ngak punya baju pengganti buat cowok ,,emang bapak mau tidur pakai baju bau ini?”,,Seru ngeri Mutia sambil menarik kaos yang sedang di pakai Oscar
“ooo,,di bagasi saya selalu ada koper kecil perlengkapan darurat,buat antisipasi bila ada perjalanan bisnis darurat”
“Tenang aja,saya ngak mungkin tidur baju bau asap ini”,kata Oscar sambil mencoel hidung Mutia
“Hehehe,,,mana tau bapak ternyata jorok,khan bisa saya pecat dulu,sebelum terlanjur,,,hahahaha”
Akhirnya mobil melaju menembus jalanan
malam,menuju ke apartement Mutia
Setelah parkir,Oscar mengandeng tangan Mutia bersama sama menuju lift
TIba didepan pintu Mutia dengan gugup membuka pintu
Klik,,
menghidupkan lampu dan AC
Oscar melangkah masuk,diedarkan pandangannya,masi sama seperti terakhir dia datang
Melihat Mutia yang gugup,Oscar melangkah mendekat mengecup singkat bibir Mutia,sambil berbisik
“pikirannya jangan kotor,aku masi sangat suci”
“Iihhhhhh bapak,,,,muka Mutia langsung merah padam
Mutia spontan mencubit pinggang Oscar
"Auuuu,,,sakitt sayang,",,,
“Biarin,,udah,,,saya mau mandi dulu,,,gerahh,,,bapak taruh aja kopernya di sana,gosok gigi bole di kitchen sink
Anggap rumah sendiri,,ucap Mutia sambil sibuk mengeluarkan handuk dan baju
Setelah Mutia selesai mandi,gantian Oscar masuk kamar mandi
Mutia sedang merawat wajahnya ketika Oscar keluar dari kamar mandi sambil mengosok rambutnya yang basah
Mutia ternganga,,,,terpaku melihat sosok Oscar yang tampak mengiurkan dan segar,,
Tanpa disadari Oscar sudah berdiri di belakang Mutia dan berbisik
“saya jangan di makan”,,cup sambil mengecup ringan pipi Mutia yang halus dan wangi
“Ahhhhh,,,bapakk,,,jangsn goda saya,,,,sana sana,,,Usir Mutia dengan muka merah padam menahan malu
Oscar tertawa terbahak bahak melihat tingkah laku Mutia yang persis seperti anak ABG
Padahal Oscar sendiri juga tidak jauh berbeda bertingkah seperti pemuda kasmaran yang sedang mengoda kekasihnya
Setelah selesai mengobrol ringan, mereka beristirahat.
Oscar berbaring sambil memeluk Mutia di lengannya.
Mutia meyerukan wajahnya di d**a Oscar yang hangat
Sesuai janji,Oscar tidak sekalipun bertindak kurang ajar,dia hanya memeluk erat Mutia dan sesekali mengecup Mutia sebelum tidur
Akhirnya setelah malam panjang yang di lalui,sepasang kekasih itu tertidur dengan damai,saling berpelukan berbagi kehangatan cinta murni,bermimpi indah.
***