“Hello,,,,,pak Iwan gimana pesanan saya?”,,,,, Sesuai PO jadwal kirimnya jangan sampai tertunda
Terdengar balasan diujung telepon
“ ngak bisa pak, pengiriman harus ikutin Jadwal ,pak Oscar sudah pesan kalo telat akan dikenakan finalty”... Tia Sedang ngoceh ngoceh ditelepon dengan Vendor
Dinding kaca diketok,terlihat Gege sedang berdiri menunjukan ke arah jam dan mempragakan gaya orang sedang makan.
Mutia langsung mengganguk angukan kepalanya,sambil tangannya memberi kode Oke.
Jam makan siang dihabiskan Mutia dan Gege di kedai bakmi langganan mereka
Slurpp,,,slurp,,,,Mutia menyedot mienya dengan dahsyat
“Pelan pelan,Tia,,nanti keselek”
“Gue buru buru,nanti jam 14.30 ada meeting dikantor pusat”
“Ahhhaaa,,,,,,,,meeting apa meetingggggg yaaaa”,,,,goda Gege sambil melahap mie dihadapannya
“Hari ini lu ngajar Bella khan?”
“hoohh”
“sudah kuduga,,,,aji mumpung pulang bareng donkkkk”,,,,lanjut Gege nyegir
“emang beneran meeting Ge, entar Owin juga ikutan”,,,,,sahut Tia
“Yahh,,yahh,,tapi bisa aja yah boss Oscar mengaturnya,selalu aja ada alasan dan kesempatan buat ngajak lu pulang”,,,,cetus Gege masih menggoda
Mutia pura pura sibuk menyeruput es didepannya,,enggan menjawab,karena yang dibicarakan Gege 100% benar.
Sejak mereka pacaran,,Secara teori Oscar selalu mengikuti kemauan Mutia, seperti halnya backstreet,menjaga jarak,tidak sering sering ke kantor cabang dan lain lain,semua disetujui Oscar.
Namun kenyataannya
Oscar dengan liciknya selalu bisa menemukan alasan supaya lebih sering ketemu Mutia, dan semuanya terjadi seperti kebetulan plekk seperti alamiah gitu, hingga Mutia tidak bisa menolak akhirnya jadi gemes sendiri
Seperti hari ini,,Mutia di haruskan meeting ke pusat,bersama Owin karena si boss lagi disana dan ada yang penting dibahas.
Alhasil disinilah Mutia sekarang
“Tia lu langsung nunggu diruangan Oscar aja,,gue mau ke bagian marketing dulu”Ujar Owin
“kok ngak bareng Win,,seru Tia mencoba protes
Owin hanya mengedipkan sebelah matanya, trus ngeluyur jalan sambil melambai bye bye ke Mutia
Hufhh,,,,, mendesah Mutia berjalan keatas menuju lantai eksekutif,disini khusus petinggi kantornya di lantai paling atas.
“siang mbakkk Iin, sapa Mutia ke seketaris Oscar disini
Ehhh Mutia,,,,ada meeting ya?”
“Hoohhh, pak Oscar ada mbak?”
“lagi keluar keruangan bapak, sudah dari tadi, mungkin bentar lagi balik” jawab mbak Iin
“kalo gitu saya nunggu disini aja ya mbak”
“ehh,,,jangan, masuk aja Tia, aku ini lagi siap siap mau ke ruangan bapak, nih mau kasi report dari finance”
Tia mengedarkan pandangan kesekelilingnya, kosong, hanya terlihat 4 pintu yang tertutup yang menandakan ada 4 ruangan disini,
1 ruangan Oscar, trus 2 di tengah sengaja di kosongkan khusus untuk meeting dan tamu penting, di ujung sana baru ruangan papa nya Oscar.
“Seram juga kalo nunggu sendirian di luar, mbak Iin hebat ngak takut” ujar Tia, sambil mengidik mengelus lengannya.
“hahaha,,,Tia biasa aja, saya sudah lama duduk disini, sudah hampir 15 tahun, udah jadi dedengkotnya” cetus mbak IIn sambil tersenyum
“yahh udah saya masuk aja dch mbak” Ujar Mutia sambil berjalan keruangan Oscar
Sebenarnya Mutia sudah beberapa kesini, sejak pacaran dengan Oscar.
Pernah Oscar sendiri yang mengajak Mutia kesini, sekalian menghadiri meeting vendor, kemudian beberapa kali juga Mutia disuruh kirim file kesini
Oleh sebab itu, Mutia sudah familiar di ruangan Oscar dan dengan mbak Iin
Tring tring,,, bunyi pesan di HP Mutia, dari Oscar
: “Ya, saya lagi meeting, kamu santai dulu di sana ya”
“pakai aja komputer di meja,dari pada bosan, di laci meja bawah ada coklat
Mutia tersenyum membacanya, gimana Mutia ngak luluh, dari luar Oscar itu selalu kelihatan dingin dan kaku, tapi didalam, Oscar sangat manis dan penuh perhatian.
“Ok, aku bersihin” jawab Mutia
Di ruangan meeting Oscar tersenyum sendiri sambil mengetik ngetik pesan di Hpnya, tidak sadar Roby Lumangga papanya diam diam memperhatikan dirinya.
Sudah beberapa bulan ini anaknya kelihatan berbeda, datang dan pulang lebih awal, lebih banyak senyum, Roby mulai curiga dengan tingkah anaknya.
Mutia sedang asik bermain game di computer sambil mengunyah coklat kesukaannya, tidak sadar Oscar sudah masuk keruangan dan mengunci pintu
Tersenyum melihat wajah Mutia yang tersembunyi di balik layar komputernya, Oscar berjalan menghampirin Mutia dengan pelan,
Kemudian memeluk Mutia dari belakang
Sambil mengecup mesra pucuk kepala Mutia
“Seru amat sampai calon suami masuk ngak tau”
“ihhh,,, kepedean, calon suami dari hongkong”,,,,ucap Mutia sambil mencubit lengan Oscar yang sedang memeluk bahunya
Oscar memutar kursi Mutia hingga menghadap kedirinya, Oscar menunduk wajahnya mengecup cepat bibir Mutia
Mutia langsung gelagapan, mau protes namun sebelum sempat berbicara
Oscar kembali mengecup tapi kali ini berubah menjadi ciuman panjang,
Bibir Mutia di kulum Oscar dengan lembut,lidahnya membelai bibirnya, manisnya coklat berasa diantara ciuman itu.
“Oscar, hentikan,,,Mutia cepat cepat menjauh sambil mengambil nafas
Namun Oscar kembali menahan kepala Mutia dan menariknya dengan sangat dekat
“cuman mau bersihin coklat”,,, seru Oscar, kembali menjilati sudut bibir Mutia
“Auuhhh,,,,Oscar menjerit kecil
Mutia mencubit pinggangnya dengan gemas
“Rasain,siapa suruh cari kesempatan, ini di kantor, nanti ada orang masuk gimana”,,,,,, seru Mutia galak
“Mutia sayang, ngak ada yang berani masuk ruangan ini, tanpa izin”,
“tapii”,,,,,
“sudah saya kunci kok pintunya”,,, celoteh Oscar mengedipkan matanya memotong protes Mutia
Mutia segera berdiri dari kursi Oscar dan berpindah ke sofa
“kita meeting apa hari ini” tanya Mutia, siap siap mengeluarkan laptop dari tas kerjanya
“sudah selesai kok”
“hahhh!!!!”
“iya,,,, tadi sudah meeting dengan bagian marketing dan produksi, untuk bagian procurement besok sekaliang nunggu Pak Agung pulang dari luar kota”
“truss kalo gitu kenapa gue disuruh datang hari ini?”,,,,,,,,,,,,tanya Tia gemess bangettttt
“meeting juga sayang, khusus meeting dengan calon suami yang sudah rindu 2 hari ngak ketemu”,,,,,, Ucap Oscar sambil memeluk Mutia
“iihhhh,,,jauhh jauhh sana, nempel melulu kayak perangko”,,,,
“sayang, jangan ngambek dnkkk,, nanti di cium lagi lohh”,,,Oscar mulai mengoda memonyongkan bibirnya sambil mendekatkan wajahnya ke Mutia
Mutia langsung menghindar, sambil kembali mencubit pinggang Oscar dengan keras, melampiaskan kekesalannya
“Auughhhh”,,,,sakit, Tia”,,,,teriak Oscar sambil mengelus bekas cubitan di pinggangnya
“BODOOO”,,,,siapa suruh ngerjain orang”,,,,,,,,, seru Tia menekuk wajahnya
“Ah,,,,haha,,,haha,,,haha,,,Oscarr gelii”,,,,seru Mutia sambil menghindari tangan Oscar
Oscar pakai cara licik mengelitik pinggang Mutia
Mutia tidak mau kalah, dia juga menyerang Oscar, berusaha mengejar dan mengelitiknya
Berkumandanglah gelak tawa diruangan itu, mereka berdua berguling di sofa sambil saling menghindar dari serangan gelitik
Tidak sadar bahwa Iin sudah kembali ke mejanya di depan, mendengar tawa samar di dalam ruangan itu, Iin hanya tersenyum simpul,
sudah lama dia tidak mendengar tawa bahagia Oscar
semoga Oscar dapat menemukan kebahagian sejatinya, setelah sekian lama menutup diri, doa Iin dalam hati,
Iin sudah menganggap Oscar seperti adiknya, Iin sudah lama bekerja menjadi asisten pak Roby, sebelum akhirnya di perbantukan ke Oscar.
Kembali kedalam
“jadi gue disuruh kesini cuman buat di geli?”
“bukan donkk,,,,,sayang disuruh kesini buat temein aku pulang”,,,sahut Oscar sambil mencolek pipi Tia
“Oiyaa,,,Bella merengek minta nonton film hari ini, katanya temen temannya sudah pada nonton, dia belum, ngambek tuch anak” cerita Oscar
“Iya sch,,,,,,,udah dari kemarin juga uda WA ngajak temenin nonton”,,,,,,,,,, jawab Mutia
“yahh udah,,,,,, aku antar kamu pulang mandi,, truss kerumah jemput Bella, kita nonton Ya?,, mumpung hari biasa ngak rame,,,”
“sekarang beli tiket online masih keburu,,,, yukkk”,,,,Oscar menarik Mutia kembali ke computer di mejanya
“jadi hari ini Bella ngak ngeless donkkk”,,, seru Mutia
“ganti jadi hari lain aja”,,,,,,,, jawab Oscar enteng
“mau,,,,,,,,,,,,luuuu,,,,ogahh,,,, lu mahh cari cari alasan doank buat ketemu”,,,seru Mutia
“sayang wajar donkkk calon suami rindu dan mau nempel truss,,, kamu mau ngak tinggal bareng aku?”,,,, Tanya Oscar gampang
“ihhh,,,ogahhh,,,,mau di bunuh emak gue?”,,,,,,, Jawab Mutia sewot
“hahaha,,,bawa bawa emakk”,,,,jawab Oscar sambil mencubit gemas hidung Mutia
“sini, pilih mau duduk dimana?”
Setelah Mutia selesai mandi, ganti baju dan berdandan alakadarnya, mereka menuju rumah Oscar, begitu sampai Bella sudah menunggu
Gantian Oscar yang cepat cepat berberes beres mandi dan ganti baju,
Bella sudahmengoceh goceh tidak sabaran mau makan diluar sebelum nonton.
Akhirnya sisa sore sampai malam mereka menghabiskannya dengan makan dan menonton film animasi anak.
Hari ini kembali menjadi quality time bagi keluarga kecil Oscar.
***