Kemarahan

2511 Words

Beberapa hari ini, ia kembali fokus dengan pekerjaannya. Jodoh? Masih mencari tapi hidupnya tak semudah orang lain. Ia masih ingat perjalanannya untuk menggapai cita-citanya menjadi dosen kan? Itu perjalanan yang sangat luar biasa baginya. Cukup panjang dan butuh waktu untuk bisa berada di titik ini. Sebelum pulang ke rumah, ia mampir dulu di toko bahan kue. Ya memborong bahan-bahan untuk membuat kue. Berencana membeli oven listrik juga tapi ia harus bertanya dulu soal daya listrik di rumahnya apakah cukup atau tidak. Tapi ia tetap melihat deretan oven listrik yang ada di toko sebelah toko bahan kue. Baru kemudian pulang dan ya malam ini akan sibuk lagi dengan kue tentu saja. Ia baru selesai mengaji ketika membuka pesan pada ponselnya. Ada dua pesan. Pertama dari Raka. Kedua dari nomor

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD