"Kapan nikah?" Ia bahkan sudah bosan mendengarnya. Apa tak ada pertanyaan lain dari orang-orang ketika melihatnya melintas heh? Walau akhirnya ya hanya bisa melempar senyuman. Ya jawab dengan baik dan respon dengan baik meski ada kemarahan dan mungkin kekesalan? "Hehe," ia nyengir. "Doain aja ya, bu." Ia melenggang dengan sopan. Sungguh pertanyaan yang merusak mood paginya. Hahahaha. Tapi ya sudah lah. Ia tetap melanjutkan langkah menuju rumah tantenya. Ada acara sederhana di sana dan ya cobaannya jauh lebih besar di sana kan? Hahaha. Ya terima saja. Begitu tiba di sana, mamanya sudah melambaikan tangan untuk menyuruhnya masuk. Ia tadi membereskan rumah dulu. Ya maklum lah. Yang biasa mengurus rumah itu dirinya dan mamanya. "Jodohnya bagus ini." Ia mendengar celetukan itu dikala bar

