Beberapa hari kemudian, pikiran soal perkataan orang sudah berhasil ia singkirkan. Karena ia memilih berfokus pada hal lain yang harus dikerjakan. Apa? Ya mengisi seminar hari ini di Dinas Kesehatan. Ada adiknya? Ada. Tapi tak menegur wong adiknya aja huang muka kok. Ia menghela nafas. Ya sudah lah. Kalau memang harus dibenci tak apa, yang penting ia tak balas membencinya. Ia berfokus pada seminarnya hari ini. Ini seminar pertama yang ia hadiri sebagai seorang pembicara jadi rasanya gugup sekali. Kampusnya yang merekomendasikan sih. Jadi ya ia juga tak bisa menolak. Ia diminta duduk di deretan kursi khusus bukan yang tamu. Saat berfokus pada materi yang sedang ia pelajari di ponselnya, ada yang baru datang dan duduk di barisan kursi di depannya. Tapi karena sempat menoleh ke arahnya, o

