"Bagus! Ganti nomor gitu kek. Ya dari pada ntar dia hubungi lo." Shana menghela nafas. Ia baru saja mengaktifkan nomor lamanya. Ya ada nomor baru juga sih. Tapi ia berencana memberitahu semua orang dulu dengan nomor lama itu. Takutnya kan ada pesan yang selama beberapa hari belakangan tak ia cek dan ternyata penting. Makanya ia aktifkan dulu. Nomor baru sudah ditangan. Ia juga akan segera menggantinya kok. Tujuannya? Ya memang menghindari Andrea sih. Itu pertanda ia belum move on? Ya memang. Ia bahkan tak bisa menyangkalnya. "Banyak banget pesan dari dia." "Gak usah dibuka dan gak usah dibaca." Anggi terdengar benar-benar menggebu-gebu. Ia mengiyakan. "Beneran ya?" "Iyaaaaaa." Anggi terkekeh. "Terus kapan lo balik ke Jogja?" "Paling sabtu nanti." Ya masih ada waktu setidaknya be

