Rafa merebahkan tubuhnya usai membaca tugas mahasiswa dan mengoreksinya. Ini sudah jam 11 malam sih. Tapi ia belum mengantuk. Biasanya ia akan menunggu berita di luar negeri yang ditayangkan dalam bahasa Inggris atau Arab. Namun sekarang semua pemberitaan itu bisa ia tonton kapan saja sih. Mengingat ia bukan anak SMA lagi seperti dulu yang waktunya agak luang. Kalau sekarang kan ia fokus pada pekerjaan dan bisnisnya. Membangun hidup setelah diremehkan orang bertahun-tahun. Mungkin dulu ia akan sombong dengan pencapaiannya. Tapi sekarang? Tak sepatah kata pun akan ia ucapkan untuk menceritakan hidupnya pada orang lain. Karena apa? Ia jadi tahu kakau ia dinilai sombong. Ada hal yang cukup menganggu juga sih sekarang. Ya gara-gara Nia tadi menyebut soal taaruf. Harus kah? Ia beberapa kali s

