Pintu Terkoneksi

2006 Words

"Kamu kalo udah tahu istri selingkuh, bicarakan. Kalau sampai berzinah ya ceraikan. Mama selama ini memang diam aja karena nurutin kemauan kamu. Tapi sekarang, kamu sudah dewasa, Wam. Kamu sudah punya dua anak. Kamu harus pikirkan tidak hanya mereka tetapi juga kamu sendiri. Memangnya bahagia menjalani pernijahan tapi dengan cinta yang hanya sendiri?" Tidak hanya mamanya yang berbicara begitu tetapi juga kakak-kakaknya. Mereka jelas prihatin dengan pernikahannya. Bahkan sejak awal. Mana mama mereka tak berdaya untuk melarangnya. Ya saking sayangnya sama anak. Tapi kalau sudah seperti ini, menurut mereka ya sudah keterlaluan. "Aku denger-denger mereka udah lama selingkuh kan? Bertahun-tahun bahkan? Kakak boleh curiga kan? Soal anak kedua kamu?" Ia hanya terdiam. Tak mungkin ia tak sadar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD