Kembali aku pulang dari rumah mbah dengan tangan hampa. Setibanya di kos aku tidak langsung mandi. Aku merebahkan tubuhku diatas kasurku. Aku coba merenung mengenai pekerjaanku. Sungguh pilihan yang berat menurut aku. Disatu sisi aku tidak ingin pekerjaanku jauh dari keluargaku dan disisi lain, disini aku sudah kurang nyaman juga bekerja. Waktu semakin larut malam, tanpa kusadari aku sempat terlelap sekejap tadi. Aku lupa kalau aku belum mandi sejak pulang kerja tadi. Karena kelelahan dan banyak beban pikiran yang menerpaku, aku jadi terhanyut dalam tidur. Samar-samar hidungku mulai mencium sesuatu yang ganjil. Aku coba cuek saja, dengan melangkah ke kamar mandi. Aku bercermin sebentar melihat perkembangan wajahku yang berjerawat. Ternyata tidak semakin membaik. Baunya semakin menjadi. Ak

