Dera turun dari mobil. Dia melepaskan jaketnya, mengurai rambutnya dan memoles bibirnya. Dia menghampiri pasangan yang sedang bertengkar itu. Cara berjalannnya di buat-buat. Membuat si cowok langsung menoleh dan melihat ke arahnya. Seperti dugaan Dera. Cowok itu berjalan mendekatinya. Dia membetulkan rambut dengan jarinya. “Hai, mau kemana?” sapanya pada Dera. “Mau toko, di depan sana,” ucap Dera dibuat-buat. Terdengar sangat manja, membuat Steve menjadi kesal. “Mau aku antar?” Tawarnya pada Dera. “Bukannya gadis itu bersamamu?” Tanya Dera sambil menunjuk ke gadis yang masih menangis. “Ah, biarkan saja dia. Cewek gatel kayak dia, baiknya ditinggalin,” ucapnya. “Aku gak mau ya, dibilang merebut pacar orang,” ucap Dera, nada bicaranya tak kalah menyebalkan dengan ucapannya tadi.

