32

2191 Words

"Hamil?" Zack mengangguk. Wajahnya terlihat sangat kecewa. Tapi saat Zack mengingat wajah Fany saat mengatakan bahwa dirinya tengah mengandung anak dari Leo dan karena hubungan pemaksaan itu, Zack meredam amarahnya. Fany ... terlihat bahagia. Flashback on. . . "Untuk apa kau ke sini?" Meski tatapan Fany sangat tajam. Tapi Zack tak peduli. Ia berlutut dan meminta maaf pada gadis yang ada di depannya kini. Sebab, karena dirinya, Fany kehilangan seluruh anggota keluarga dan kebahagiaannya termasuk masa depan Fany yang begitu cerah. Zack memang merasa bahwa Fany harus membunuhnya juga. Sebab, hanya itu yang bisa membalas rasa bersalahnya. "Apa yang kau lakukan, Bodoh?!" Zack tetap tak peduli. Ia berlutut dan menunduk. Terus meminta maaf pada gadis yang menendangi lututnya. "Bangunl

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD