IM 40

1112 Words

Kini auryn berhadapan dengan taufan. Ia duduk di sebrang meja taufan dengan kepala menunduk. Taufan menghela napasnya panjang. Ia menggeser laptopnya dan memandangi auryn. "Pegangan tangan sama siapa?" Auryn pun mengangkat kepalanya. "Taufan, aku ngga pegangan tangan sama siapapun. Dia yang megang tangan aku. Aku udah berusaha ngelepasin cuman ngga bisa. Maaf" "Iya, aku tau. Ngga usah dekatin dia lagi. Bagaimana dia ngga percaya. Cincin kamu aja ngga ada" Taufan sedari tadi memperhatikan tangan auryn. Auryn pun melihat tangannya dan menepuk jidatnya. "Maaf, aku lupa. Aku simpan di lemari" "Kenapa harus disimpan. Malu? Kalo kamu udah nikah?" "Bukan gitu taufan. Aku...." "Taufan ini data yang lo minta" Auryn menoleh ke arah pintu ruang osis yang terbuka dan terlihat lah dara mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD