IM 46

992 Words

Auryn dari tadi sudah menunggu di depan rumahnya. Ia capek menunggu dara yang cerewet dari tadi pagi. Setelah sholat subuh. Dara membuat taufan sibuk dan taufan tidak bisa menolak dara selalu saja membawa nama bayinya. Auryn memang ingin memberitahu taufan. Namun, auryn membiarkan nya saja dulu. Biarkan dara menikmati hidupnya setelah nanti kematiannya akan datang. "Lama banget sih" Kesal auryn yang terus terusan memandangi jam tangannya. Taufan pun keluar rumah bersama dara. Taufan memasukkan koper dara ke bagasi mobil. "Lo mau pindah rumah apa kemah. Ribet banget dah. Gue mutilasi mati lo" Sungut auryn dan masuk ke dalam mobil. Taufan heran memandangi dara. Kenapa dara belum masuk mobil. "Kamu kan yang nyetir aku di depan ya" Belum taufan menjawab dara pun masuk ke dalam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD