IM 14

971 Words

Anaya mengambil paketnya yang di antar kurir. Ia tampak senang mengambil paketnya. Anaya pun duduk di sofa. Tampak dari arah tangga Ryan membawa laptop di tangannya dan duduk di sebelah Anaya dengan memangku laptopnya. "Auryn, ada kesini?" tanya Ryan. "Ada kemarin kemarin," jawab Anaya sambil mengeluarkan isi paketnya. Ryan yang sedang mengetik pun kini beralih menatap botol yang di pegang Anaya. Ryan merampas botol yang di pegang Anaya. "Obat perangsang? Buat apaan?" tanya Ryan sambil membolak balik botol. Anaya kembali merampasnya. "Buat apaan obat perangsang mom. Ngga pakai gituan daddy kuat kok," ucap Ryan. "Cih, emang buat kamu. Ini buat Auryn sama Taufan," desis Anaya. Seketika Ryan terkejut. "Apa?! Mom, jangan bercanda. Auryn masih kecil buat punya anak di usia muda.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD