Second Chance

964 Words

Mobil audi melaju meninggalkan area parkir kafe dan berjalan perlahan seakan menikmati suasana sore dengan rintikan hujan yang semakin deras. Arahnya berlawanan dengan tempat kosku yang membuat keningku mengerut dan menatap sebal pada laki laki yang sedang tersenyum di kursi kemudi. "ini mau dibawa kemana? Seharusnya tadi belok ke kiri, kalau lupa jalan menuju kosanku" kataku sambil mengingatkan. "nanti aku anterin kamu dengan selamat sampai kosan kok. Cuma pengen lama lama sama kamu, kangen rasanya setelah kamu diemin selama seminggu. Hampa" ada nada sedih dikata terakhir. Jawaban jujur atau gombal itu namanya? Tidak mengambil pusing dan menoleh ke kiri melihat suasana diluar untuk mengalihkan pandangan. "kamu apa kabar Wil?" tanya Bayu basa basi membuka pembicaraan. "seperti yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD