Senyum Itu

1308 Words

Senja berganti dengan gelapnya malam, mendung semakin pekat dan tidak lama tetesan air turun semakin rapat dan kini berganti hujan menyelimuti kota Pahlawan, Surabaya. Duduk sambil tersenyum masih tersungging dibibirku seakan tak mau lepas. Disebelahku ada seorang laki laki yang sejak satu jam yang lalu berhasil membuat jantung berdetak berkali kali lebih cepat dari biasanyanya. Kejutan yang entah sejak kapan ia rencanakan dengan lolos membuatku shock malam ini. Flashback ON * * * Masih dibingungkan dengan suara seseorang menyanyikan bait lagu Beutiful Girl dari Chistian Bautista hingga seorang laki laki muncul dari depan. Setibanya didepanku dengan membawa tangan kananku yang terbebas kemudian... "Wildiana Safira, perempuan yang satu bulan ini memenuhi fikiranku dan menjadikanku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD