"Ehm," desah Stella yang baru saja sadar. Hari sudah berganti, tak ada yang menyangka jika Stella akan membuka mata pagi ini. Stevan menghampirinya, ia menggenggam tangan Stella. Wajahnya begitu khawatir, ia memanggil nama Stella lirih. "Hai, Stel," "Siapa kau?" tanya Stella dengan wajah yang nampak asing dihadapannya. Stevan membulatkan matanya, apa yang dokter katakan semalam benar-benar terjadi. Stella kehilangan ingatannya, tetapi dokter sudah mengatakan bahwa hal itu hanya bersifat sementara. "Aku kenapa? Mommy dimana?" "Sayang, mommy disini," Belinda mendekat membawakan sarapan untuk Stella. "Mom, ia siapa?" "Kau tak mengingatnya?" Stella menggelengkan kepala. "Dia kakakmu Stevan!" "Benarkah? Sejak kapan kakak ditemukan?" "Sudahlah, makan dulu!" Stella dengan lahap meng

