Chapter 25

1631 Words

Orion hanya bisa menggigit bibir bawahnya kuat-kuat setiap kali Alfa menggoreskan uang logam ke punggungnya, membentuk garis melengkung tipis berwarna merah di sana. Sesekali ia menggeliat atau meringis pelan tatkala sang adik dengan kejam menyiksanya. Belum lagi sedari tadi anak itu mengomel tanpa henti membuat kepalanya semakin pusing saja. "Pelan-pelan, Al." "Udah pelan," sahut Alfa ketus. Dalam hati ia merutuki apa yang diperbuat kakaknya semalam sampai menjelang subuh tadi. Orion berbenah rumah, mencuci piring, mencuci pakaian, bahkan sempat-sempatnya memandikan motor antik peninggalan sang kakek. Padahal beberapa hari ke belakang kakaknya itu sudah begitu lelah bekerja dan menyiapkan kejutan untuk Nao. Sayangnya semalam Alfa sudah tidur, dan semua itu baru diketahuinya pagi ini set

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD