Olivia menyingkir dari tempat duduknya, membiarkan sang mama mengurus Alfa yang sepertinya mabuk perjalanan. Padahal setengah jam lagi mereka sampai hotel, tapi Alfa sudah terlihat benar-benar tak berdaya. Olivia tidak keberatan sebenarnya jika diminta menggantikan tugas mamanya, hanya saja ... Alfa menolaknya. Anak laki-laki itu masih dengan gengsinya, sekalipun dia kepayahan. "Oliv, kalau misalkan Alfa mabuk lagi, panggil Mama, ya." Yes! Akhirnya sang mama pergi. Olivia bisa dengan bebas mengganggu Alfa. Ah, sepertinya tidak sekarang. Melihat wajah Alfa yang merah serta sudut mata berair membuatnya tidak tega. Gadis itu baru saja kembali duduk, hingga suara Alfa tiba-tiba menyapa gendang telinganya. "Jangan ngetawain." "Hah?" "Jangan ngetawain," ulang Alfa. Olivia mati-matian menah

