Bonus 46

1049 Words

Ketika Vani melahirkan anak keempat mereka, setahun sebelumnya, Rain sudah melahirkan anak keduanya. Ya seumuran dengan anak ketiga Vani lah. Anak Rain ya perempuan lain. Mungkin memang ditakdirkan untuk mendapatkan hanya anak perempuan. Yang senang? Kakaknya dong. Hahaha. Karena jadi sering bawa kabur Hana. Kadang rebutan dengan ayahnya. Ya begitu lah kelakuannya. Disuruh punya sendiri malah tak mau kan? Kalau Rain sih senang-senang saja. Maklum ya kelakuan Hana yang mirip dirinya sendiri ini ternyata capek sekali menghadapinya. Hahahaha. Ia kadang berpikir seperti sedang menerima karma karena pernah membuat ibunya dalam kesulitan yang sama saat menghadapinya dulu ketika masih kecil. Soalnya ada aja omongan ngelesnya itu loh. Sampai-sampai, Rain hanya bisa tertawa karena tak mampu memba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD