Bonus 34

1153 Words

"Aku lagi ngajak ngomong tauk!" Selesai ciuman baru bilang begitu. Hahahaha. Kenzie menahan senyum. Ya setidaknya mengalihkan sedikit kekesalannya pada ibunya. Kini Vania sudah membalik badan. Bahaya kalau terlalu dekat dengan Kenzie. "Mau sampai kapan kamu berantem sama mama kamu? Kita tuh gak tahu ya umur sampai kapan." Ia melanjutkan omelan bukan pembicaraan. Ya dongkol karena dicium tapi ia juga terbawa suasana. Ia memang lemah sama cowok yang satu itu. Heran juga. Ke mana harga dirimu yang tinggi itu Vaniii?! Hahahahaa. Kenzie? Ya tak merespon lah. Apa yang mau dikatakan? Ia juga tak tahu sampai kapan. Hanya merasa kalau mamanya belum serius ingin memperbaiki hubungan mereka. Masih sibuk bekerja kan? Memangnya, ia tak bisa memberinya uang? Ia bisa lakukan dan cukup duduk santai di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD