"Lamaaaaaaa bangeeeet!" Ada yang merengek. Hahahaha. Ya karena sudah hampir sepuluh hari ditinggal. Walau ia menginap di rumah Ibunya dan berat badan naik tiga kilogram ya itu bukan tanda bahagia sih. Karena tanda bahagianya ada di sampingnya sekarang. Eaaaak! Hahaha. Husein terkekeh. Ya makan dulu di rumah Ibu mertua baru deh pulang. Walau sempat menolak ajakan Aziel yang katanya mau main bola. "Nanti ya, Ziel." Ia memang tak bisa berjanji. Tapi nanti lah. Sekarang kan bawaannya memang ingin pulang. Karena ia juga capek. Kini menyetir menuju apartemen yang yah butuh waktu sekitar satu jam lah. "Kok makin item ya, Qalbi?" Ia baru sadar. Husein hanya bisa tertawa. Ya kan, ia tak melulu berada di dalam mobil. Tapi biarpun agak gosong begini kan tetap ganteng kan? Ya yang penting itu s

