"Memang dasar gak peka," gumamnya. Hahahaha. Ya dongkol sih. Tapi kalau ia pun hanya diam dan berharap Kenzie bisa lebih peka, itu juga sesuatu yang agak mustahil. "Coba amati istri Bapak. Apa yang dia mau. Kadang perempuan itu ada banyak maunya tapi gak mau ngomong karena gengsi." Dan harga diri Vania juga tinggi. Hahahaha. Jadi ya tengsinnya benar-benar deh. Padahal dulu ya selagi ingin mengejar Kenzie kan, ia tak menjaga marwahnya itu. Cuma sekarang berbeda. Mungkin karena sudah bersama jadi ia mengira kalau ikatan mereka tak akan terlepas begitu saja. Ya ada benarnya juga sih. Apalagi kalau dilihat-lihat, Kenzie itu bukan tipe laki-laki yang gampang didekati perempuan atau mendekati perempuan. Jadi ya Vania tenang juga selama Kenzie dinas ke mana pun. Ia juga dikelilingi para laki-

