Pagi ini, Reynand yang masih terlelap dalam tidurnya sambil memeluk Kanaya. Sontak saja dikejutkan dengan panggilan di ponselnya. Dengan gerutuan yang ia ucapkan. Tangannya yang bebas pun mencari keberadaan ponselnya yang berada di atas nakas. Dengan mata tertutup, tanpa melihat siapa yang menghubunginya di pagi ini. Reynand pun menjawab panggilannya dengan ketus. Ia sangat kesal karena merasa di ganggu oleh dering ponselnya yang sangat menggangu waktu tidurnya. Karena kelelahan selepas bercinta semalam. Reynand merasa membutuhkan tidur untuk bisa memulihkan staminanya kembali. Agar lagi harinya ia bisa segar kembali dan siap menghadapi banyaknya pekerjaan setiap harinya yang seakan tiada habis-habisnya tersebut. “Hallo!” Sapanya dengan suara seraknya. “Rey, nanti malam ajak istri

