135. Undangan Tuan Lansky

1106 Words

Sesampainya di penthousenya. Reynand sengaja menekan bel pintu. Ia ingin memberikan kejutan untuk istrinya itu. Sekali lagi ia menekan bel. Dan tak lama, pintunya pun terbuka. Tampaklah sosok wanita yang dicintainya itu dengan sedikit terkejut awalnya. Namun, langsung tersenyum lebar melihat kedatangan suaminya itu pulang dari kantor. Reynand sengaja merentangkan kedua tangannya. Memberi tanda bahwa ia sangat ingin disambut dengan pelukan dari Kanaya. Sang wanita tentu saja akan dengan senang hati memeluk tubuh suaminya itu yang entah kenapa sangat ia rindukan. Terlebih lagi wangi tubuhnya yang selalu ingin ia hirup dalam-dalam. Kanaya pun segera menghambur dalam pelukan Reynand yang hangat dan nyaman. Senyum bahagia pun tak bisa lepas dari bibirnya. “Lama banget sih, pulang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD