BAB 22. HUKUMAN NIKMAT DARI REYNAND

1040 Words

Kanaya masuk ke ruangannya dan mulai mengerjakan pekerjaannya agar cepat selesai. Kanaya melirik ponselnya yang hening. Tak ada apapun notif pemberitahuan dari Reynand. Karena sejak tadi ia selalu menunggunya. Berharap Reynand mau memberikan kabarnya.  “Apa dia masih meeting yah? Katanya dia mau kembali ke kantor setelah meeting. Tapi kok belum kembali juga yah? Ya, sudahlah. Aku kerja lagi aja. Supaya lekas selesai.” Kanaya mulai fokus pada pekerjaannya. Hingga tanpa terasa waktu sudah berjalan cepat. Dan sekarang saatnya ia pulang. Kanaya mulai membereskan barang-barangnya lalu mematikan layar PC di mejanya. Dan beranjak bangun dari duduknya. Kanaya memeriksa sekali lagi layar ponselnya. Lagi, tak ada telepon bahkan pesan dari Reynand. Membuatnya bertanya-tanya. Kemana sebenarnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD