Dengan penuh emosi, Dito menjelaskan kepada mereka. Bahwa Kanaya tidak seburuk yang mereka tuduhkan. Dan ia tidak akan mencabut tuntutannya Walaupun mereka memohon ampun padanya. Bagi Dito, sekali-kali mereka harus di beri pelajaran. Agar tidak bertindak seenaknya. Hanya karena atas dasar membenci perilaku buruk seseorang. Itu bukan alasan yang kuat untuk merusak barang orang lain. Karena mereka pun belum tentu lebih baik lagi daripada Kanaya. Jika perilaku mereka saja seperti itu. Selesai dengan urusan di kantor polisi. Dito segera pulang kerumah untuk melihat keadaan Kanaya. Sebab, sang ibu memberinya kabar bahwa Kanaya telah bangun dan ingin pergi dari rumah. Lyra, Bi Jumi dan Bi Ida tentu saja tidak akan mengijinkannya. Terlebih Kanaya pergi dengan perasaan emosi dan kecewa seper

