162. Belajar

1052 Words

“Siap kapten ganteng!” seru Luna sambil menirukan gaya orang hormat pada Reynand. Membuat Reynand dan Kanaya tergelak mendengarnya. Hari ini Karena kehadiran Luna. Penthouse mewah milik Reynand nampak ramai dan penuh dengan gelak tawa bocah itu. Tidak seperti biasanya. Yang hanya terdengar suara Reynand dan Kanaya saja. Dalam hatinya, baik Reynand maupun Kanaya. Ingin sekali rasanya agar buah hati mereka berdua secepatnya hadir kedalam dunia. Agar penthouse mereka bisa ramai oleh tangisan seorang bayi. Tak sabar rasanya menunggu saat itu tiba. Pastinya mereka berdua akan sangat bahagia jika bisa bertemu dengan buah cintanya. Yang entah akan lebih mirip siapa. Selesai makan malam. Reynand dan Luna pun masih duduk di kursi meja makan. Mereka tengah menikmati buah sebagai pencuci mul

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD