New York City, Markas FBI, 11 Februari 2019 Hari itu Arnold Lewis duduk di depan Ren yang memiliki pandangan kosong. Sudah satu setengah jam Ren tidak mengucapkan apa pun kepada Arnold dan tidak menerima apa pun yang Arnold sodorkan kepadanya. Ren tetap bungkam meskipun ancaman datang bertubi-tubi kepadanya. Dia sudah mati rasa dengan semua yang ia alami di dalam hidupnya. Bagi Ren sekarang yang ia butuhkan hanyalah sebuah senjata api untuk menembak kepalanya sendiri atau racun paling mematikan untuk ia teguk sendiri. Arnold pun bukan orang awam yang pernah menghadapi situasi seperti ini. Sudah puluhan tahun ia harus turun tangan menghadapi orang-orang seperti Ren yang lebih senang bungkam dibanding mengungkap fakta. Kuncinya harus sabar agar mereka bisa melunak lalu membeberkan semua ha

