Sumatera Selatan, Palembang, 30 Desember 2018 Theo hari ini berencana untuk pergi ke rumah Zara setelah ia berjanji mengantarkan oleh-oleh dan juga bertemu dengan ibu sahabatnya tersebut. Kali ini Zara menjemputnya dan mereka akan pergi bersama. Theo akui dia gugup bukan main meskipun sudah biasa bertemu dengan ibunya Zara. Seperti perasaan yang dulu kembali menggelegak di dalam hatinya. Theo nyaris tidak bisa tidur semalaman karena perasaan tersebut. Dia seperti remaja ingusan yang baru pertama kali merasakan cinta. “Theo, ayo sarapan dulu. Jangan melamun pagi-pagi,” tegur bibinya yang melihat Theo hanya duduk sambil memandangi jendela yang di luar penuh tanaman. “Iya, Bi.” Theo tersenyum kepadanya dan ikut menuju meja makan. Di atas meja makan tersedia nasi goreng dan telur dadar bes

