Seventy Four

1118 Words

Ukraina, Kiev, 1 Februari 2019 Ren terbangun dari tidurnya setelah ia merasa ada kecoa yang hinggap di kakinya. Ren nyaris berteriak kencang, tetapi tidak bisa karena mulutnya ditutup dengan kain. Dia sebenarnya sangat lapar karena belum makan dari kemarin semenjak Theo meninggalkannya. Dia tidak tahu Theo ke mana karena biasanya pria tersebut selalu ada untuk memberinya makan atau minum, dan juga melepas borgolnya ketika ia buang air. Sebenarnya mereka Theo memperlakukan ia dengan cukup baik, berbeda dengan Nicholas yang sesuka hatinya kadang menarik rambutnya atau menekan rahangnya dengan keras bila ia tidak ingin bicara. Entah sudah berapa hari ia disekap di dalam kamar mandi ini, untungnya kamar mandi itu cukup bersih dan tidak lembab sama sekali. Sepertinya kecoa tadi datang memang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD