Zara kembali menutup matanya kala seseorang memasuki ruangan dimana ia tertidur saat ini. Langkahnya yang perlahan semakin mendekat membuat Zara sedikit waspada. Ia pun mulai merasakan seseorang itu kini berjongkok di hadapannya. Tiba-tiba saja, ia merasakan tangan halus membelai anak rambut yang menghalangi wajahnya. "Cantik." Ucapnya dalam hati kemudian mulai mengolesi luka pada tubuh Zara yang terlihat oleh matanya. Beberapa memar juga terlihat jelas dengan warna yang kini tengah membiru. Perlahan namun pasti, seseorang itu telah sampai akhir pengobatannya. Ia kembali meneliti tubuh Zara dengan pandangan yang sulit di artikan. Hingga akhirnya, ia pun bangkit dan meninggalkan Zara keluar dari kamarnya. Mata cantiknya perlahan kembali terbuka menampakkan iris biru yang begitu taja

