"Nando, ini buat kamu." Seorang gadis menyodorkan sebuah minuman dalam kemasan botol pada cowok yang sedang sibuk menyeka keringat menggunakan handuk kecil.
Cowok yang dipanggil Nando langsung mendongak, menatap cewek bernama Azalea Kinara dengan mata tajamnya.
Tanpa berkata apapun, cowok itu merebut botol tersebut dan meminumnya dengan rakus hingga tandas tak tersisa.
Setelah itu, sosok Nando Abimanyu langsung berdiri dengan tatapan yang masih menghujani Lea. Ia berjalan ke arah cewek itu dengan seringainya yang kasar.
Merasa ada yang aneh, Lea mundur meskipun cowok di depannya tetap maju. Tapi tanpa diduga, tiba-tiba punggungnya mentok pada tembok beton yang berdiri di pinggir lapangan.
Dalam sekejap, Nando langsung mengapit Lea dengan kedua tangan yang menyender pada tembok. "Lo emang gak pernah mikir! Gue udah bilang kalo gue gak suka sama lo." Ucapnya dengan menekankan 4 kata terakhir.
Lea yang mendapatkan kalimat sadis nan menusuk dadanya itu langsung menunduk takut. Ia menatap pijakan yang menjadi saksi bahwa orang yang dicintainya benar-benar tak punya hati. "a... aku..."
Nando buru-buru menyimpan telunjuknya di bibir Lea. Mulutnya beralih ke pinggir cewek itu sembari berbisik dengan jarak yang sangat dekat. "Udah berapa cowok yang pake bibir lo?" Tanyanya kemudian memiringkan wajah hingga hidung mancung mereka beradu. "Kalo lo suka sama gue, berarti gue bisa jadi salah satunya." Ucap Nando sembari mendekat ke arah bibir Lea yang menggeleng-geleng tak mau.
"HEH BRENGSEK!" Bentak seseorang yang menghampiri mereka disusul dengan 2 orang yang tengah berlari di belakangnya. Bentakan tersebut berhasil menggagalkan aksi cowok kesetanan yang sedang berulah.
3 orang itu adalah Melati, Manda, dan Keyra. Mereka adalah sahabat Lea yang sudah dekat sejak kelas 10.
Nando menyeringai lagi, ia tidak melepaskan Lea sedikit pun.
"Berani-beraninya lo berbuat sampah." Jika tadi yang membentaknya adalah Melati, kini giliran Manda yang membuka mulut. "Cowok gak punya hati, bejad, gak pantes disukain sama cewek baik-baik kayak Lea." Lanjutnya sambil berdecih.
Nando menyunggingkan bibirnya kemudian mendorong Lea hingga terhuyung ke dekat kaki mereka. "Bawa tuh cabe! Gue gak butuh."