Melihat dari Kejauhan

1259 Words

“Apa kabar?” Jeffrey membuka suara lebih dulu setelah lebih dari sepuluh menit duduk berhadapan dengan Dion dalam keheningan yang canggung. Keduanya sama-sama tak menyangka akan bertemu kembali. Terlebih, mereka bertemu saat sama-sama sedang mengamati bangunan dua lantai dari seberang jalan. Entah siapa yang memulai hingga mereka bisa duduk di tempat ini dalam kebisuan—sebelum suara Jeffrey memecah keheningan. Layaknya dua orang asing yang tidak sengaja terjebak di tempat yang sama. “Seperti yang kamu lihat. Aku baik-baik saja,” jawab Dion dengan gaya bicara formal. Seolah ingin menegaskan jika mereka sudah tak sedekat dulu. Jeffrey menatap sejenak lalu menunduk seraya tersenyum sumir. Canggung sekali, seakan-akan mereka tidak pernah makan dari piring yang sama. “Oh, iya, selamat untu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD