“Apakah kalian sudah yakin untuk bercerai sekarang?” tanya Hakim Perceraian dengan menatap keduanya.
“Yakin Pak Hakim” jawab Dani mantap. Dani sudah mengambil keputusan bulat untuk menceraikan Sandra. Istri yang tidak pernah dirinya cintai.
“Bagaimana dengan Bu Sandra?” di lihatnya Sandra yang hanya tersenyum mengangguk.
Sandra memang sudah menyerahkan semuanya kepada Allah atas keputusan Dani. Dirinya yakin pasti ada hikmah di balik peristiwa ini. Alasan lainnya adalah dirinya juga tidak mau berlarut-larut sedih atas nasib perkawinannya dengan Dani.
“Baiklah. Kembalilah minggu depan untuk mendengar putusan cerai kalian berdua”
“Baik Pak Hakim” jawab keduanya dengan suara yang mantap.
Hakim hanya menatap keduanya dengan pilu. Bagaimanapun perceraian bukanlah pilihan yang bijak walau terkadang sangat di perlukan namun dengan kasus-kasus yang berbeda. Pak Hakim melihat keduanya masih bisa melanjutkan pernikahannya namun entah kenapa keduanya memilih untuk bercerai. Entahlah.
*********
Sandra melangkahkan kakinya keluar dari ruang sidang dengan langkah perlahan.
Tak terasa dirinya sudah berada di Loby Pengadilan, dan Sandra melihat Dani mencium mesra seorang wanita yang sangat cantik. Kulitnya sangat terjaga dan terawat, wajah yang berkilau menandakan betapa seringnya wanita itu pergi ke salon. Berbeda sekali dengan dirinya yang tampak biasa-biasa saja.
“Ada apa?” tanya Dani ketus. Merasa terganggu dengan kehadiran Sandra di dekat mereka.
“Maaf mengganggu sebentar. Ini formulir harta gono gini yang dititipkan Pak Hakim untuk di berikan ke kamu. Aku sudah mengisi harta yang aku bawa saat kita menikah. Jangan khawatir aku tidak akan membawa apapun yang bukan milikku” Sandra menyerahkan lembaran yang dia bawa kepada Dani.
Dani hanya melihat sekilas dan kemudian melipat dan memasukkan kantong celananya.
“Baguslah kalau begitu. Sekali pengemis tetaplah pengemis” jawab wanita cantik di sebelah Dani.
“Bagaimana Dan” tanya Sandra lagi tanpa menghiraukan ucapan wanita yang berada di sebelah Dani.
“Sudah tidak pakai embel-embel mas lagi sekarang ya....sudah berani panggil nama hmmm” sergah Dani sambil tersenyum sinis.
“Apa salahnya? Toh kita sudah bukan pasangan suami istri. Dan rasanya aku tidak perlu lagi menghormati laki-laki yang tidak menghormati janji pernikahan dan malah main gila sama wanita lain sebelum palu perceraian di ketok”
“Hahahahaha sok banget kamu San. Kamu itu yang jadi cewek gak bener. Cewek kok nggak bisa dandan bahkan nggak bisa buat aku terangsang sama sekali di dekatmu”
Hinaan Dani membuat Sandra terdiam sejenak dan kemudian di lemparkannya senyum termanis yang tidak pernah Dani lihat sebelumnya.
“Mungkin aku memang tidak suka berdandan tapi bukan berarti aku tidak bisa. Tapi memang aku tidak suka berdandan yang berlebihan seperti wanita di sebelahmu itu. Dan kenapa aku tidak mau berdandan? Jawabannya sudah jelas jika kamu tidak lupa akan omonganmu sendiri saat kita menikah. Sebagai istriku jangan pernah berdandan yang berlebihan apalagi di depan umum. Ingat kalimat itu?”
Dani mulai berfikir sejenak. Sedikit demi sedikit dirinya mengingat akan peringatannya kepada Sandra yang baru saja menjadi istrinya saat itu.
“Lalu mengapa di depanku kamupun tidak pernah berdandan?”
“Mungkin kamu lupa jika selama kita menikah kamu sebagai seorang suami tidak pernah memberiku uang yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bagaimana aku bisa membeli bedak, gincu, dan lainnya? Sedangkan untuk membeli beras, lauk dan kebutuhan sehari-hari saja aku harus berhemat. Belum lagi saat kamu tidak pulang saat bulan kedua pernikahan kita. Ingat? Pasti kamu akan menyangkal itu semua bukan?”
“Halah kamu aja yang tidak bisa mengatur uang yang aku berikan padamu. Wanita boros”
“Oh ya? Bulan pertama pernikahan kamu memberiku dua juta rupiah, bulan kedua nol namun Alhamdulillah ada sisa lima ratus ribu dari bulan pertama. Dan bulan ketiga kamu hanya memberiku tujuh ratus ribu rupiah. Sedangkan keperluan sehari-hari kita butuh satu juta rupiah. Lalu darimana aku bisa membeli alat-alat kecantikan? Kamu berharap aku cantik ya modali aku untuk membeli alat-alat kecantikan. Kamu tidak demikian. Kamu ingin aku cantik untukmu tapi yang kamu modali malah wanita ini. Kamu waras Dan?”
“DIAM KAMU JALANG” wanita itu berteriak dan hendak menampar Sandra yang untungnya dapat dihindarinya.
“Waw wanita cantik ini ganas juga. Waahh kamu sekarang suka dengan wanita yang ganas ya.....Ganas juga nggak di kasur? Ah iya kamu kan nggak pernah menyentuhku?. Jangan jangan kamu impoten Dan?” tanya Sandra dengan wajah tanpa dosa. Dilihatnya wajah Dani yang mulai berubah warna. Pertanda kemarahannya sudah mulai tersulut dan hampir meledak.
Melihat hal ini Sandra diam-diam mempersiapkan dirinya. Kali ini dirinya tidak akan diam saja saat Dani memukulnya. Dulu dirinya memang hanya diam karena menjaga kehormatan keluarganya dan kehormatan mertuanya. Dan juga dirinya malas untuk bertengkar.
“PLAK”
Dani terkejut melihat Sandra menghindari tamparannya dan mulai memutar tangan milinya kebelakang.
“AAAKKKHHHH”
“Dulu mungkin aku akan diam karena kamu suamiku tapi sekarang......Maaf saja. Kita adalah orang lain dan tidak akan kubiarkan kamu memukulku seenak hati seperti dulu. Laki-laki impoten kurang ajar, tanpa menghajar kamu tidak akan puas hmmmm?” jawaban Sandra yang kalem namun ketus membuat Dani terdiam.
Sosok Sandra yang saat ini dilihatnya sangat berbeda dari yang di kenalnya. Sandra yang dilihatnya sangat berkarakter.
“Diam JALANG. Dani tidak pernah impoten. Dia adalah cowok sejati. Dan terbukti dengan kehamilanku” teriak Kinanti membela Dian.
“Waaahhh hebat juga kalian. Gerak cepat ya. Belum juga palu cerai terketok kamu sudah hamil saja hahahahaha. Sekarang terbukti bukan siapa yang tidak memiliki akhlak Ibu”
“Benar kamu nduk. Dian benar-benar laki-laki tanpa akhlak”
“Tidak kusangka anak yang kubesarkan menjadi seorang laki-laki pengecut. Laki-laki tanpa moral. Kenapa kamu ini sebenarnya Diaaaannn” teriak Ibu Susan kepada anaknya. Dian. Anak yang sudah membuatnya malu hari ini.
“BUG”
Suara pukulan yang terdengar keras membuat semua orang yang ada di sana menoleh kearah Dian yang telah jatuh tersungkur.
“Papa”
“Papa tidak pernah sekalipun mengajari kamu menjadi laki-laki pengecut seperti ini. Dari awal Papa sudah bertanya pada kamu atas kesediaan kamu untuk menikahi Sandra. Dan saat itu kamu jawab IYA PA, AKU BERSEDIA. Papa juga bertanya juga tentang Kinanti bukan? Kamu jawab kalau kalian sudah berakhir tapi apa.....sekarang terbukti bohong semua. Kinanti hamil dan istri sah mu sendiri malah tidak pernah kamu sentuh. Kamu sudah gila Dian?”
“Sandra gak bisa buat aku b*******h Pa.....terus aku harus bagaimana?”
“Anak kurang ajar BUG BUG BUG BUG”
Pukulan demi pukulan di layangkan oleh Pak Viky kepada anaknya. Sungguh Putranya hari ini membuatnya malu dan kehilangan muka di hadapan banyak orang.
“Sudah Pa sudah....kasihan Dian”
“Kasihan Dian? Kamu nggak lihat Sandra ma? Kamu buta?”
“Nggak Pa nggak....tapi sudah jangan pukuli Dian lagi. Bagaimanapun Dian anak kita Pa”
“Tidak lagi mulai hari ini. Aku hapus nama Dian Angkasa Putra dari daftar hak waris kita. Charles urus penghapusan nama Dian dari daftar nama keturunan PUTRA”
“Baik Sir”
Tanpa menunggu jawaban dari Dian, semua orang yang berada di sana berbalik pergi meninggalkan Dian dan Kinanti. Entah bagaimana nasib Dian nantinya.
**********
“PIP”
Bunyi notifikasi dari hp berbunyi. Sandra mengambil dan membacanya.
San....tolong bujuk Papa untuk memberikan Perusahaan yang aku kelola untukku. Kasihan Kinanti kalau aku harus begini.
Itu semua sudah bukan urusanku lagi. Dan kamu? Siapa kamu? Kita sudah tidak ada urusan lagi.
Begitu ya kamu sekarang........Sudah merasa kaya kamu hah
Oooo tentu.....Aku kaya karena usahaku sendiri bukan kayak kamu Dian. Semua milik orang tua. Dasar anak mama.
Sandra pun mematikan hp nya dan mulai berlayar di pulau kapuk untuk mulai bermimpi indah.
Reminder :
Sebuah Pernikahan adalah satu ibadah yang panjang. Tidak mungkin sebuah Pernikahan akan langsung seiya sekata seperti layaknya pasangan yang sudah menikah 65 tahun. Awal sebuah pernikahan adalah adaptasi kedua manusia yang berbeda karakter, sifat, dan prinsip hidup. Intinya awal pernikahan adalah sebuah PENERIMAAN akan perbedaan masing-masing. Good Luck Sayang.....