28

1216 Words

Stefan berlarian di sepanjang koridor rumah sakit. Ia meninggalkan masakannya begitu saja setelah mendengar kabar dari sang Bunda jika Omanya masuk ke rumah sakit. Meskipun Stefan marah, kesal kepada Oma tapi dia perduli dan sayang dengan omanya melebihi apapun.  Nafas Stefan terengah-engah, ia sudah sampai di depan ruangan dimana Ima dirawat. Bunda sudah menantinya di depan pintu perawatan.  "Bun..." Panggil Stefan pada Bundanya. Ia mendekat kemudian membawa tubuh sang Bunda kedalam pelukannya.  Stefan tahu Bundanya juga sangat cemas, nampak jelas dimata sang Bunda. "Oma pasti baik-baik saja." Stefan berusaha menguatkan Bunda Willi.  Stefan membantu sang Bunda duduk di kursi tunggu depan ruang perawatan Oma. Stefan menepuk halus punggung Bundanya memberikan sedikit efek ketenangan. 

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD