Aku membeku melihat pemandangan ini, sesak rasanya dda ku menyaksikan tubuh yang biasa b******u denganku di pelukan gadis lain. Disaka memejamkan matanya, deru nafas pria ini berpacu. "Lepas...." Pinta suara berat itu seolah menahan amarahnya. Vely tetap diam di posisi yang sama, lalu menggeleng seraya mengeratkan pelukannya. Merasa tak nyaman, aku berniat pergi dari sana. Seharusnya aku tahu tentang konsekuensi dari hubungan ini, Disaka layak mendapatkan yang nyata, bukan aku. "LEPAS!" Gertak nya. Bahkan yang membuatku terkejut, Disaka menyingkirkan vely begitu kasar hingga gadis ini jatuh terduduk. "Pergi sebelum aku mematahkan lenganmu yang lancang memelukku." Tegasnya. Ku lihat vely mulai ketakutan menatap Disaka. Gadis itu berjalan tergesa-gesa keluar ruangan. Saat vely suda

