25 Genta melabuhkan bibirnya pada bibir Elliya, menyentuhnya sekilas, tapi saat melihat Elliya yang memejamkan mata dengan tangan mencengkeram erat jasnya, ia jadi tak tega untuk berlama-lama di bibir mungil itu. Lalu beralih mengecup kening Elliya cukup lama. Mengusap bibir wanitanya yang ketakutan dengan ibu jarinya membuat Elliya membuka mata. Wajahnya memerah, ia mengira Genta akan lama mencium bibirnya. "Makasih," ujar Elliya lirih. "Untuk?" "Tidak terlalu lama menyentuh bibirku, belum waktunya," ujar Elliya lirih. Genta masih saja menatap wajahnya, Elliya mendorong d**a Genta namun Genta memegang dua tangan Elliya yang masih menempel di dadanya. "Setelah kau jadi istriku, tak ada penolakan lagi, mau 'kan?" Perlahan Elliya mengangguk. "Kita ke luar dari kamar ini Genta, kamu

