Ponsel Annisa berdering. Sebuah panggilan dari Jordan mengalihkan perhatiannya. "Ya, Pak?" "...." "Baik, Pak." Annisa mengakhiri panggilannya. Dan saat itulah ia menyadari kalau Arga sudah pergi meninggalkan dirinya sendiri di lantai tertinggi bangunan itu. Akhirnya Annisa memutuskan untuk kembali ke ruangannya. Jam kerja akan mulai beberapa menit lagi. Annisa berharap dirinya tak terlambat kembali ke bilik kerjanya. *** "Nis, kamu dipanggil ke ruangan CEO," ucap Siska. "Baik, Mbak," sahut Annisa. Gadis itu bertanya-tanya, kenapa dia langsung dipanggil oleh atasannya? padahal dia hanya terlambat beberapa detik saja kembali ke ruangannya. Annisa berhenti di depan pintu kayu besar tak jauh dari ruangannya. Bibir tipisnya tampak komat-kamit seperti sedang merapal doa. Entah mengapa p

