Part 34

1416 Words

Hari yang ditunggu-tunggu sudah tinggal menghitung hari. Serin dan Adrian sudah mempersiapkan perlengkapan persalinan yang akan mereka bawa sewaktu-waktu. Serin sering merasakan kontraksi. Semua keluarga pada berkumpul untuk memberikan suport untuk Serin, karena semakin waktunya dekat, Serin terlihat cemas. Terlebih lagi perutnya sekarang sering merasakan kontraksi. “Mas, aku takut,” ucap Serin penuh kecemasan di wajahnya. Adrian yang melihat istrinya terlihat cemas, jadi tidak tega sendiri. Ia cuma bisa memberikan semangat dan cinta untuk menenangkan istrinya. “Kalau kamu cemas, kasihan anak kita Sayang, bentar lagi kita bisa melihat buah hati kita di dunia,” ucap Adrian dengan lembut. Serin memikirkan perkataan suaminya, ia membayangkan bagaimana bahagianya saat dia bisa melihat malaik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD