Part 41

1546 Words

Malam semakin terasa mencekam di depan ruang operasi, semua keluarga berkumpul menunggu Serin yang masih ada di meja operasi, selama 6 jam lebih, dokter belum keluar dari ruang operasi, cuma perawat yang keluar masuk membawa peralatan ke ruang operasi. Semua merasa was-was memikirkan keselamatan Serin. Terlebih lagi Sean. Sean cuma bisa menatap ruang operasi dengan mata nanar. Memikirkan Mamanya yang berjuang antara hidup dan mati diatas meja operasi. Ia merasa bersalah, karena dirinyalah Mamanya sampai seperti ini, demi melindunginya, Mamanya harus merasakan rasa sakit dari timah panas yang masuk ke dalam tubuhnya. "Mama harus kuat demi Sean Ma, Sean gak pingin sampai kehilangan Mama. Maafin Sean gak bisa jaga Mama," ucap Sean dalam hati. Mungkin seumur hidup, Sean akan menyalahkan dirin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD