Saat ini Nuni dan Alex tengah berada di rumah Nuni. Ia merengek untuk ditemani karena kedua orangtuanya saat ini di luar kota untuk berkunjung ke rumah saudaranya, sedangkan Theo ada jam kuliah sampai sore. Dan berakhirlah Nuni dan Alex di ruang tamu dengan Alex yang berkutat dengan laptop miliknya. Alex adalah sektetaris OSIS dan sekarang ia sedang mengerjakan proposal acara yang akan dikerjakan bulan depan. "Kak?" Nuni menusuk-nusukkan jarinya di pipi Alex. "Iya, Sayang?" jawab Alex tapi pandangannya tidak lepas dari monitor serta jari-jarinya masih mengetikkan kata demi kata. "Kak?" kali ini Nuni mengepang rambut Alex yang lumayan panjang jadi masih bisa dikepang walaupun sedikit. "Iya, Sayang?" Tetap saja Alex mengabaikan Nuni yang saat ini tengah memasang wajah cemberutnya. "Tau

