Leon tengah duduk di dekat kolam renang rumahnya. Seharian ini ia tak keluar dari rumah dan hanya duduk diam di taman belakang sehabis berenang. “Hai Kembaranku sayang!” mendengar sapaan itu membuat Leon menoleh dan tampak Leonna dengan perutnya yang buncit berjalan mendekatinya. “Kapan datang?” tanya Leon seraya memeluk tubuh Leonna. “Baru saja, gue kangen masakan Mama.” Leonna berucap pelan dan duduk di samping Leon. “Loe tampak pucat, Ona. Loe baik-baik saja kan?” tanya Leon tampak khawatir. “Gue gak apa-apa, gue hanya kelelahan,” ucap Leonna. “Dia terlalu memforsir dirinya bekerja di rumah sakit,” sahut Verrel yang berdiri tak jauh dari mereka berdua. “Ona, gue udah kasih tau kan. Berhenti bekerja!”

