Surat penuntutan.

1501 Words

"Nana, kau membiarkan tamu sebesar itu pergi begitu saja?" Chana mendongak, dia menatap senyum Kakeknya lemah. "Tamu besar apa yang Kakek bicarakan?" "Nona baru saja membiarkan Tuan Muda Axel pergi begitu saja. Melihat asistennya yang bergegas, sepertinya itu bukan pertanda baik." Oscar melirik Chana sesaat, kemudian kembali bersuara. "Nona, keluarga Axion bukanlah keluarga yang bisa dianggap enteng." "Aku akan lebih berhati-hati." Tetua Oswald menatap Oscar atas jawaban Chana yang seadanya. Dia tak akan ikut campur dunia kaum muda, dia hanya sedikit khawatir karena tiba-tiba cucunya mengenal orang penting yang tak biasa. "Bagaimana kau bisa mengenalnya?" "Itu," jawab Chana menggantung. Dia menggaruk tengkuknya, menatap kakeknya bingung. "Yah, tiba-tiba saja. Ya-yah, tiba-tiba kam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD