Malam yang panas 2.

1250 Words

"Chana, jangan menggodaku. Tetaplah diam dan jangan bergerak." Tatapan Axel meredup, dia mengatur napasnya, dan mencoba mengendalikan dirinya sebaik mungkin. "Ingatlah Axel, kau adalah pria yang baik. Aku pria yang baik, aku pria yang baik. Ya Tuhan, aku adalah pria yang baik," ucap Axel dalam hati. Mengingatkan dirinya bahwa dia tak boleh melakukan hal yang begitu dia inginkan. "Axel." "Tidak." "Axel, aku ingin ... dirimu." Chana meraba d**a Axel, mengelusnya lembut hingga tubuh Axel menegang. Merasakan perubahan di wajah Axel, dia merasa itu sedikit berhasil. Dia pun semakin berani, menelusupkan tangannya, menepikan jas Axel lalu meletakkan tangannya di atas kemeja Axel. Tangannya mulai bermain di tombol-tombol kemeja yang terkancing rapat. "Chana, hentikan." Mata Axel menggela

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD