Menikmati Darahmu

1056 Words

“Pak, tidakkah Bapak sadar kalau kau tersiksa? Kenapa kau selalu menghindariku setiap kali akau akan membantumu? Bukankah kau membawaku kemari karena kau membutuhkan darahku? Tapi kenapa setiap kali kau membutuhkannya kau selalu menolak?” Riftan tidak segera menjawab, ia hanya terus menatap Nayya dengan tatapan tajamnya. Memang benar semua yang dikatakan Nayya. Ia sangat membutuhkan darah Nayya untuk pemulihan energinya yang terkuras, tapi jika ia menghisap darah gadis itu sekarang, Riftan takut ia akan kehilangan kendali dan mencelakai Nayya. Lebih baik, dirinya menunggu beberapa waktu lagi daripada harus mengorbankan gadisnya yang sangat berharga itu. Tapi gadis lugu nan polos ini tidak mengerti, ia terus saja memaksa Riftan untuk menghisap darahnya. Ia bahkan dengan keras kepala mena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD